Wednesday, December 28, 2011

Tafsir Ta’awudz atau Isti’adah (bag. 2 oleh Ust. Mintaraga)

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Sungguh luar biasa nikmat yang telah DIA anugerahkan untuk kita. Tak terukur besarnya kasih sayang-Nya untuk kita, terutama untuk saya pribadi yang sedikit demi sedikit mulai memahami hakikat dan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Pada artikel sebelumnya telah saya paparkan tentang bentuk-bentuk penyesatan syeitan. Kali ini saya akan melanjutkan paparan tafsir ta’awudz atau isti’adah dalam hal penjagaan atau perlawanan manusia dari syeitan. Berikut adalah beberapa langkahnya:
1.      Jadikan syeitan dan perbuatan buruk sebagai musuh (QS. Fathir: 6).


2.  Berdzikir pada Allah, baik melalui dzikir hati maupun dzikir lisan atau perbuatan (QS. Az Zukhruf: 35-36).
3.  a. Ikhlas, yakni memurnikan ketaatan pada Allah ta’ala (QS. Al Hijr: 39-40).
     b. Ada 3 (tiga) jenis ikhlas, yaitu:
         1) ikhlas pada yang dituju (Allah SWT) => ibadah tanpa perantara (QS. Az Zumar: 3).
           Ex: orang2 musyrik zaman dahulu menyembah Allah melalui perantaraan patung orang2 sholeh yang telah meninggal.
    2) memurnikan tujuannya semata-mata untuk mencari ridha Allah.
    3) memurnikan tata caranya (beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW).
4.    Menjaga jamaah, yakni menjaga jamaah secara aqidah (tetap berada pada kebenaran meskipun orang-orang yang berada pada kebenaran jumlahnya sedikit, QS. Al An’am: 116) dan berjamaah secara shaf (menjaga persatuan).
5.    Menjaga sholat jamaah atau al muhafarah (HR. Abu Daud).
6.    Berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah (QS. Al Baqarah: 168 & 208).
7.   Istiqamah, yaitu memperbanyak ketaatan dengan melakukan amalan2 sunnah selain amalan wajib (HR. Muslim dari Abu Hurairah & Ibnu Majah).
Selain ber-ta’awudz, ada beberapa ayat pilihan yang mampu melindungi diri kita dari gangguan syeitan, yaitu:


1.      Seluruh ayat pada QS. Al Baqarah (HR. Ahmad & Muslim).
2.  Ayat kursi (QS. Al Baqarah: 255). Bacalah ayat kursi terutama ketika akan tidur sehingga Allah menjaga tidur kita dan InsyaAllah syeitan tidak mengganggu sampai waktu subuh.
3.  Sepuluh ayat pada QS. Al Baqarah, yakni 4 (empat) ayat di awal; ayat kursi dan 2 (dua) ayat sesudahnya; dan 3 (tiga) ayat terakhir (HR. Ad Dzarimi).
4.   QS. Al Ikhlas, QS. Al Falaq, QS. An Anaas.
Itulah beberapa cara untuk menghindarkan diri dari godaan syeitan. Mari perbaiki diri, dekatkan diri dan letakkan cinta tertinggi untuk Allah SWT & Rasulullah SAW.
Semoga bermanfaat ^___^

No comments:

Post a Comment