Tuesday, December 27, 2011

Cinta Sejati

          Cinta… Ya, kata yang sudah tak asing lagi bagi kita. Cinta tak memandang usia, kita mampu melihatnya pada wajah orang-orang yang kita sayang. Hmmm,,, tak hanya kecintaan pada manusia saja, cinta pun bisa kita lihat pada kegemaran seseorang akan sesuatu, entah itu makhluk hidup seperti binatang maupun tumbuhan, ataupun pada sesuatu yang notabene adalah benda tak bernyawa.
             Adalah sesuatu yang wajar apabila kita mampu menempatkan cinta pada seseorang atau sesuatu yang tepat karena pada hakikatnya cinta pada diri manusia adalah fitrah dari Sang Khaliq. Akan tetapi, jarang sekali kita menemukan cinta yang memiliki ‘porsi’ yang pas. Seringkali kita berlebihan dalam mengungkapkan cinta dan berkorban apapun demi cinta. Cinta seperti inilah yang membuat manusia sering terjatuh pada hal-hal yang seharusnya tidak dia dilakukan. Apabila seseorang telah sampai pada taraf over dalam cinta, dia tidak segan-segan untuk memper-Tuhan-kan cinta. Dia meletakkan taraf cinta tertinggi untuk sesuatu yang ‘fana’ & melupakan Sang Pemilik Cinta. Dia lupa bahwa segala yang indah tidaklah selalu baik untuk kehidupannya, seperti firman Allah SWT: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216).
Sebagai manusia, tak jarang kita terjerumus pada cinta semu, cinta yang timbul hanya karena dorongan hawa nafsu. Namun, apabila cinta kita ditujukan untuk Pemilik alam semesta dan Rasul-Nya, InsyaAllah kita telah menemukan cinta sejati. Cinta yang mampu menenangkan hati disaat hati kita sakit, disaat masalah melanda, disaat kita tak mampu lagi untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang kita hadapi. Cinta sejati inilah yang akan mendekatkan kita pada-Nya, yang membawa diri kita dari kegelapan menuju cahaya-Nya.
Ketika kita menomor-wahid-kan cinta kita pada-Nya, DIA pun akan membalas cinta kita, entah dalam bentuk nikmat yang senantiasa harus kita syukuri ataupun dalam bentuk ujian hidup. DIA selalu ada untuk kita meskipun seringkali kita lalai terhadap perintah2-Nya dan justru berbuat sebaliknya, yakni melakukan apa yang DIA larang. Sebagai bukti kasih sayang dan cinta Allah terhadap hamba-Nya, DIA akan mengujinya dengan berbagai macam cobaan yang tidak pernah DIA mendatangkan ujian melebihi batas kemampuannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah: 286, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Nabi SAW bersabda, “Tiga perkara, siapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Allah & Rasul-Nya lebih dia cintai daripada yang lain2nya, dia mencintai seseorang karena Allah, dan dia benci kepada kekafiran (murtad) setelah diselamatkan oleh Allah daripadanya sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari-Muslim). Oleh karena itu, bersyukurlah kita yang telah merasakan cinta sejati, cinta murni yang ditujukan hanya pada Allah dan Rasul-Nya, dan bukan cinta yang tidak DIA ridhai seperti kisah cinta Romeo-Juliet ataupun tokoh2 klasik lainnya. Bagi yang belum punya ‘cinta sejati’, ayo perbaiki diri. Kenali Tuhanmu lebih dalam dan cintai DIA.
SemangKA ^__^ (Semangat Karena Allah)

No comments:

Post a Comment