Saturday, December 31, 2011

Keajaiban Ayat-Ayat Al Qur'an (part 2)

6. Berobat dan Berdoa dengan QS. Al Baqarah

  • Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah swt telah menutup surat Al Baqarah dengan dua ayat yang diberikan kepadaku dari gudang [rahmat]-Nya yang ada di bawah 'Arsy-Nya. Oleh karena itu, pelajarilah kalian keduanya dan ajarkanlah kepada istri-istri dan anak-anak kalian, sebab keduanya merupakan [yang dibaca dalam] sholat, Qur'an, dan doa." (HR. Hakim dari Abu Dzar Ghifari)

7. Berdoa dan Berobat dengan QS. Ar Rum ayat 17-19

  • Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa membaca setiap pagi "Fa subhanallah hina tumsuuna wa hina tushbihuna wa lahul hamdu fis samawati wal ardhi wa 'asyiya hina tuzhiruuna" hingga "Wa kadzalika tukhrajuuna" maka dia akan menemukan hal yang telah luput di hari itu, dan barangsiapa membaca di sore harinya, maka dia akan menemukan yang telah luput di malam harinya." (HR. Abu Daud)

8. Berdoa dan Berobat dengan QS. Al Waqi'ah

  • Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa membaca QS. Al Waqi'ah setiap malam, maka dia tidak akan terkena kemiskinan selamanya." (HR. Baihaqi dari Ibnu Mas'ud)

9. Berdoa dan Berobat dengan QS. Al Kahfi

  • Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghapal sepuluh ayat pertama Surat Al Kahfi, maka ia akan dilindungi dari gangguan Dajjal." (HR. Ahmad dan Muslim)
  • Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa membaca surat ini [QS. Al Kahfi] pada hari Jumat, maka Allah swt akan meneranginya dengan cahaya; dari hari Jumat itu hingga hari Jumat yang akan datang."

10. Berdoa dan Berobat dengan QS. Mulk

  • Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya salah satu surah Al Qur'an ada yang terdiri dari tiga puluh ayat yang memberikan syafaat bagi orang laki-laki sampai dia diampuni dosa-dosanya. Ia adalah tabaaraksl-ladzii [QS. Al Mulk]." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

11. Berdoa dan Berobat dengan QS. At Takatsur

  • Rasulullah saw bersabda: "Pembaca surat At Takatsur akan dipanggil di alam malakut sebagai orang yang bersyukur." (HR. Ad Dailami)
  • Rasulullah saw bersabda: "Apakah tidak ada di antara kalian yang dapat membaca seribu ayat setiap hari? Para sahabat bertanya, "Siapa yang dapat melakukan itu, wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Bukankah kalian dapat membaca 'al-haakumut takaatsur.." (HR. Hakim dan Baihaqi dari Ibnu Umar)

Friday, December 30, 2011

Keajaiban Ayat-Ayat Al Qur'an (part 1)

1. Berobat dan Berdoa dengan QS. Al Fatihah


  • Dari Abu Sa'id bin Mu'alla Al-Anshari, ia berkata bahwa Rasulullah saw pernah bertanya kepadanya: "Maukah engkau aku beritahukan surat yang paling agung yang terdapat dalam Al Qur'an?" [Hal ini beliau katakan] sebelum kami keluar [dari masjid]. Beliau lalu memegang tanganku, maka ketika beliau mau keluar, aku berkata: "Ya Rasulullah, bukankah engkau telah berkata kepada kami: "Maukah engkau aku beritahukan surat yang paling agung yang terdapat dalam Al Qur'an?" Rasulullah bersabda: Alhamdulillahirabbil 'alamin... [surat Al Fatihah]. Ia adalah As-Sab'ul Matsanii dan Al Qur'anul azhiim yang diturunkan kepadaku." (HR. Bukhari)
  • Nabi bersabda: "Apabila engkau telah meletakkan lambung engkau di atas tempat tidur dan engkau membaca QS. Al Fatihah dan QS. Al Ikhlas, terpeliharalah engkau dari segala rupa bencana selain mati."


2. Berobat dan Berdoa dengan QS. Al Ikhlas, Al Falaq, dan QS. An Nas


  • Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa membaca "Qul huwallahu ahad" [QS. Al Ikhlas] dan al-Mu'awwidzatain [QS. Al Falaq & QS. An Nas] ketika sore dan pagi hari sebanyak tiga kali, maka dia akan mendapatkan perlindungan dari segala sesuatu." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  • Rasulullah bersabda: "Barangsiapa membaca "Qul huwallahu ahad" [QS. Al Ikhlas] ketika memasuki rumahnya, maka Allah swt akan menyingkirkan kemiskinan dari penghuni rumah itu dan juga para tetangganya." (HR. Thabrani dari Jarir ra.)


3. Berobat dan Berdoa dengan Ayat Kursi (QS. Al Baqarah: 255)


  • Rasulullah saw bersabda: "Demi diriku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat ini [Ayat Kursi] mempunyai lidah dan dua bibir yang menyucikan kerajaan Allah di bawah singgasana-Nya." (HR. Muslim)
  • Dalam hadits riwayat Abu Hurairah juga disebutkan, "Bila Anda hendak pergi ke peraduan (tidur), maka bacalah Ayat Kursi. Sesungguhnya apabila engkau membaca ayat ini, maka engkau akan mendapat penjagaan dari Allah dan tidak didekati syeitan hingga pagi hari."


4. Berobat dan Berdoa dengan La Ilaha Illallah


  • Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa setiap hari membaca seratus kali "La Ilaha Illallah al-Malikul Haqqul Mubin", maka dia akan selamat dari kefakiran." (HR. Dailami)


5. Berobat dan Berdoa dengan Tasbih


  • Dari Ibnu Umar, seseorang berkata: "Ya Rasulullah, harta dunia telah berpaling dan meninggalkan aku." Rasulullah saw menjawab: "Bagaimana dengan sholat malaikat kamu, tasbihnya para makhluk, dan dengan tasbih itu kamu diberi rezeki. Bacalah ketika datang fajar "Subhanallah wa bihamdihi, subhanallahi al-adzim, astaghfirullah" sebanyak seratus kali, maka harta dunia akan mendatangi kamu. Orang tadi pergi dan beberapa waktu kemudian kembali mengatakan: "Ya Rasulullah, harta dunia telah datang kepadaku, sampai aku tidak bisa menempatkannya." (HR. Khatib Al-Baghdadi)

12 Orang yang Didoakan Malaikat

"Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya" (QS. Al Anbiya': 26-28)

Malaikat adalah makhluk Allah yang tunduk dan patuh terhadap perintah-perintah-Nya. Berbagai macam akitivitas yang manusia lakukan di muka bumi ini senantiasa didoakan oleh para malaikat, di antaranya:
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'".

2. Orang yang duduk menunggu sholat.
Seseorang yang rela mengorbankan waktunya untuk tetap berada di dalam masjid dalam keadaan suci (menjaga wudhunya) demi menunggu waktu sholat, maka malaikat akan mendoakannya. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya, 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.'"

3. Orang-orang yang berada di shaf (barisan) bagian depan di dalam sholat.
Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan".

4. Orang-orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf".

5. Para malaikat mengucapkan 'aamiin' ketika seorang imam selesai membaca Al Fatihah.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaallinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu".

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat.
Imam Ahmad meriwayatkan dari ABu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah, ampunilah dan sayangilah ia'".

7. Orang-orang yang melakukan sholat subuh dan 'ashar secara berjamaah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat sholat subuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'".

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim darri Ummu Darda' ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakan adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatlan'".

9. Orang-orang yang berinfaq.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'".

10. Orang yang makan sahur.
Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur".

11. Orang yang menjenguk orang sakit.
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga subuh".

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain".

Semoga bermanfaat ^___^

Wednesday, December 28, 2011

Tafsir Ta’awudz atau Isti’adah (bag. 2 oleh Ust. Mintaraga)

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Sungguh luar biasa nikmat yang telah DIA anugerahkan untuk kita. Tak terukur besarnya kasih sayang-Nya untuk kita, terutama untuk saya pribadi yang sedikit demi sedikit mulai memahami hakikat dan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Pada artikel sebelumnya telah saya paparkan tentang bentuk-bentuk penyesatan syeitan. Kali ini saya akan melanjutkan paparan tafsir ta’awudz atau isti’adah dalam hal penjagaan atau perlawanan manusia dari syeitan. Berikut adalah beberapa langkahnya:
1.      Jadikan syeitan dan perbuatan buruk sebagai musuh (QS. Fathir: 6).


2.  Berdzikir pada Allah, baik melalui dzikir hati maupun dzikir lisan atau perbuatan (QS. Az Zukhruf: 35-36).
3.  a. Ikhlas, yakni memurnikan ketaatan pada Allah ta’ala (QS. Al Hijr: 39-40).
     b. Ada 3 (tiga) jenis ikhlas, yaitu:
         1) ikhlas pada yang dituju (Allah SWT) => ibadah tanpa perantara (QS. Az Zumar: 3).
           Ex: orang2 musyrik zaman dahulu menyembah Allah melalui perantaraan patung orang2 sholeh yang telah meninggal.
    2) memurnikan tujuannya semata-mata untuk mencari ridha Allah.
    3) memurnikan tata caranya (beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW).
4.    Menjaga jamaah, yakni menjaga jamaah secara aqidah (tetap berada pada kebenaran meskipun orang-orang yang berada pada kebenaran jumlahnya sedikit, QS. Al An’am: 116) dan berjamaah secara shaf (menjaga persatuan).
5.    Menjaga sholat jamaah atau al muhafarah (HR. Abu Daud).
6.    Berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah (QS. Al Baqarah: 168 & 208).
7.   Istiqamah, yaitu memperbanyak ketaatan dengan melakukan amalan2 sunnah selain amalan wajib (HR. Muslim dari Abu Hurairah & Ibnu Majah).
Selain ber-ta’awudz, ada beberapa ayat pilihan yang mampu melindungi diri kita dari gangguan syeitan, yaitu:


1.      Seluruh ayat pada QS. Al Baqarah (HR. Ahmad & Muslim).
2.  Ayat kursi (QS. Al Baqarah: 255). Bacalah ayat kursi terutama ketika akan tidur sehingga Allah menjaga tidur kita dan InsyaAllah syeitan tidak mengganggu sampai waktu subuh.
3.  Sepuluh ayat pada QS. Al Baqarah, yakni 4 (empat) ayat di awal; ayat kursi dan 2 (dua) ayat sesudahnya; dan 3 (tiga) ayat terakhir (HR. Ad Dzarimi).
4.   QS. Al Ikhlas, QS. Al Falaq, QS. An Anaas.
Itulah beberapa cara untuk menghindarkan diri dari godaan syeitan. Mari perbaiki diri, dekatkan diri dan letakkan cinta tertinggi untuk Allah SWT & Rasulullah SAW.
Semoga bermanfaat ^___^

Tuesday, December 27, 2011

Tafsir Ta’awudz atau Isti’adah (Narasumber: Ust. Mintaraga)

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
            Pada kesempatan ini saya akan mencoba berbagi ilmu yang Alhamdulillah saya dapatkan beberapa waktu lalu di kegiatan pengajian ba’da maghrib di masjid yang terletak tak jauh dari tempat tinggal saya. Topik yang InsyaAllah akan saya paparkan adalah bentuk-bentuk penyesatan syeitan.
            Seperti kita ketahui bahwa syeitan adalah makhluk Allah yang tercipta dari api yang sangat panas. Hal ini tercantum dalam QS. Al Hijr: 27, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.”
Syeitan (jin) memiliki akal, kehendak, dan perasaan, sama halnya dengan manusia, akan tetapi mereka tidak terlihat (gaib).
Sebagai makhluk Allah yang terkutuk, syeitan mempunyai misi untuk membuat manusia kafir dan ingkar dari ajaran Allah SWT. Syeitan akan terus menggoda manusia sampai hari kiamat tiba. Pada dasarnya, syeitan hanya menguasai orang-orang yang menjadikan syeitan sebagai teman atau kekasihnya dan mereka menyekutukan Allah, meskipun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa syeitan juga akan mengganggu manusia-manusia beriman dari segala arah (depan, belakang, atas, bawah, kanan, maupun kiri). Salah satu cara termudah untuk melindungi diri kita dari bisikan syeitan adalah dengan mengucap kalimat ta’awudz.
Berbagai macam cara dilakukan syeitan untuk menggoda manusia, dan bentuk-bentuk penyesatan syeitan antara lain:
No.
Bentuk Penyesatan
Pengertian
Dalil
1.
At Thadlil
(penyesatan)
~ Syeitan menyesatkan manusia.
~ Bangsa jin masuk ke otak kanan manusia melalui aliran darah.
QS. An Nisa: 119
2.
Al Was-wasah
Syeitan membisikkan keraguan, kebimbangan, dan keinginan pada manusia untuk berbuat jahat.
QS. An Naas: 1-6
3.
An Nisiyan
Syeitan membuat manusia lupa secara tiba-tiba.
QS. Al An’am: 68
4.
At Tamanni’
~Syeitan meperdaya manusia dengan khayalan atau angan-angan (sesuatu yang tidak mungkin dicapai/diperoleh manusia). Dalam hal ini, syeitan meyerang otak kanan manusia.
~Lawan kata dari At Tamanni’ adalah Tamaji’ yaitu harapan (sesuatu yang memiliki kemungkinan untuk diwujudkan).
QS. AN Nisa: 119-120
5.
At Tazyyin
Syeitan memperdaya manusia dengan menutupi keasliannya (yang halal terasa menjemukan, yang haram terasa menyenangkan).
~QS. An Naml: 24
~QS. Al Hijr: 39-40
~QS. An Nahl: 63
6.
Al Wa’id (Al Wa’dul Karim)
~Adalah janji palsu.
~Bagian dari khayalan dan berhubungan erat dengan angan-angan.
~QS. Ibrahim: 22
~QS. An Nisa: 120
7.
Al ‘Adawah
Syiten memunculkan rasa permusuhan atau kebencian pada sesame muslim.
QS. Al Maidah: 91
8.
An Nazghu (,,)
Godaan syeitan yang mengantarkan manusia pada keraguan dan kerusakan aqidah.
QS. Al A’raf: 200
9.
Al Hamzu atau Al Muttah/Al Junnun (kegilaan)
Syeitan menguasai diri manusia dan membuatnya tidak sadar (kesurupan).
QS. Al Mu’minun: 97-98
10.
An Nafkhu (,,,,)
Adalah tiupan syeitan yang membuat manusia sombong/angkuh/takabur; membuat manusia mudah tersinggung.
HR. Abu Daud
11.
An Naftsu (,,,,)
Syeitan membuat manusia lala dengan lagu-lagu, kata-kata indah, dan syair.
~QS. Al Mu’minun: 97-98
~HR. Abu Daud
12.
Al Khudur
Syeitan datang ke rumah kita untuk mengganggu dan menghilangkan keberkahan.

13.
Al Massu (sentuhan)
Syeitan mampu membuat manusia sakit.
QS. Al Baqarah: 275
14.
Al Istimta’
~Syeitan dan manusia saling bekerja sama untuk menghasilkan keuntungan.
~Ex: dukun, pawang hujan, dll.
~QS. Al An’am: 128
~QS Al Jin: 6
15.
Al ‘Uz
Syeitan menyuruh manusia agar bersungguh-sungguh dalam berbuat maksiat.
QS. Maryam: 83
16.
At Tanazul
Syeitan menghasut manusia untuk melakukan kebohongan.
QS. Asy Syu’ara: 21-22
17.
Al Istighwa
~Berasal dari kata ‘hawa’.
~Syeitan mengobarkan hawa nafsu pada manusia.
QS. Al An’am: 71
18.
At Taghwif
~Syeitan menakut-nakuti manusia.
~Ada 2 (dua) macam cara syeitan menakut-nakuti manusia:
1)   Menakut-nakuti jiwa (ex: takut mengungkapkan kebenaran, takut jatuh miskin).
2)   Menakut-nakuti dalam bentuk bayangan (syeitan menyihir otak manusia sehingga manusia takut atau berimajinasi tentang suatu bayangan yang sebenarnya tidak ada).
QS. Ali Imran: 175

Itulah beberapa poin dari topik ‘bentuk-bentuk penyesatan syeitan’ yang bisa saya share untuk kalian para pembaca. Semoga bermanfaat.
Jangan lupa komentar dan saran atau kritiknya ya..?

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
^___^

Cinta Sejati

          Cinta… Ya, kata yang sudah tak asing lagi bagi kita. Cinta tak memandang usia, kita mampu melihatnya pada wajah orang-orang yang kita sayang. Hmmm,,, tak hanya kecintaan pada manusia saja, cinta pun bisa kita lihat pada kegemaran seseorang akan sesuatu, entah itu makhluk hidup seperti binatang maupun tumbuhan, ataupun pada sesuatu yang notabene adalah benda tak bernyawa.
             Adalah sesuatu yang wajar apabila kita mampu menempatkan cinta pada seseorang atau sesuatu yang tepat karena pada hakikatnya cinta pada diri manusia adalah fitrah dari Sang Khaliq. Akan tetapi, jarang sekali kita menemukan cinta yang memiliki ‘porsi’ yang pas. Seringkali kita berlebihan dalam mengungkapkan cinta dan berkorban apapun demi cinta. Cinta seperti inilah yang membuat manusia sering terjatuh pada hal-hal yang seharusnya tidak dia dilakukan. Apabila seseorang telah sampai pada taraf over dalam cinta, dia tidak segan-segan untuk memper-Tuhan-kan cinta. Dia meletakkan taraf cinta tertinggi untuk sesuatu yang ‘fana’ & melupakan Sang Pemilik Cinta. Dia lupa bahwa segala yang indah tidaklah selalu baik untuk kehidupannya, seperti firman Allah SWT: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah: 216).
Sebagai manusia, tak jarang kita terjerumus pada cinta semu, cinta yang timbul hanya karena dorongan hawa nafsu. Namun, apabila cinta kita ditujukan untuk Pemilik alam semesta dan Rasul-Nya, InsyaAllah kita telah menemukan cinta sejati. Cinta yang mampu menenangkan hati disaat hati kita sakit, disaat masalah melanda, disaat kita tak mampu lagi untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang kita hadapi. Cinta sejati inilah yang akan mendekatkan kita pada-Nya, yang membawa diri kita dari kegelapan menuju cahaya-Nya.
Ketika kita menomor-wahid-kan cinta kita pada-Nya, DIA pun akan membalas cinta kita, entah dalam bentuk nikmat yang senantiasa harus kita syukuri ataupun dalam bentuk ujian hidup. DIA selalu ada untuk kita meskipun seringkali kita lalai terhadap perintah2-Nya dan justru berbuat sebaliknya, yakni melakukan apa yang DIA larang. Sebagai bukti kasih sayang dan cinta Allah terhadap hamba-Nya, DIA akan mengujinya dengan berbagai macam cobaan yang tidak pernah DIA mendatangkan ujian melebihi batas kemampuannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah: 286, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Nabi SAW bersabda, “Tiga perkara, siapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Allah & Rasul-Nya lebih dia cintai daripada yang lain2nya, dia mencintai seseorang karena Allah, dan dia benci kepada kekafiran (murtad) setelah diselamatkan oleh Allah daripadanya sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari-Muslim). Oleh karena itu, bersyukurlah kita yang telah merasakan cinta sejati, cinta murni yang ditujukan hanya pada Allah dan Rasul-Nya, dan bukan cinta yang tidak DIA ridhai seperti kisah cinta Romeo-Juliet ataupun tokoh2 klasik lainnya. Bagi yang belum punya ‘cinta sejati’, ayo perbaiki diri. Kenali Tuhanmu lebih dalam dan cintai DIA.
SemangKA ^__^ (Semangat Karena Allah)